Ketika aku mengenalnya,aku tertantang untuk mendapatkan hatinya.
Kuminta pada Tuhan agar dia menjadi milikku dengan ridhoNya
"Tuhan, aku menyukainya. Jika Engkau ridho, canangkanlah dia untukku.
Jika dia baik bagiku, izinkanlah kujadikan teman hidupku"
Sepotong do'a yang menjadi damba dalam hidupku.
Singkat, tapi itulah sebuah permintaan seorang hamba.
Jujur dan tulus.
Sejak itu, hari-hariku dipenuhi bayangannya, siang dan malam.
Ada harap ada cemas.
Hatinya bisa saja kuraih, tapi ridhoNya aku cemaskan.
Aku sadar, baik menurutku, belum tentu baik untukku menurutNya.
Hari-hari terus berlalu sejak aku mengenalnya.
Kubulatkan hatiku untuk memilihnya karena Tuhan telah memantapkan hatiku padanya.
Kini, duapuluh tahun sudah kulalui hidup bersamanya.
Suka dan duka, nestapa dan bahagia
Dia telah menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku.
Sebuah damba telah menjadi nyata.
Nikmat telah diberikanNya, indah telah dihiaskanNya.
Kini aku bertanya,
"Tuhan, cukupkah syukurku padaMu ?
Telahkah tertebus nikmatMu dengan pengabdianku ?
Kuyakin aku tak mampu.
Tuhan, jangan tinggalkan aku
Seburuk apapun aku, akan tetap kembali ke jalanMu
Dari waktu ke waktu.
Jakarta, 26 Pebruari 2009
No comments:
Post a Comment