Manusia dijadikan khalifah di bumi. Itulah sebabnya kenapa Tuhan membekali dengan seperangkat kemampuan fisik dan non fisik yang tak dimiliki makhluk lain. Singkatnya, seluruh alam disediakan bagi kepentingan manusia. Jadilah manusia sebagai makhluk Tuhan paling sempurna dan paling berkuasa.
Lalu mau apa manusia di dunia ini dengan segala macam kemampuan dan fasilitas yang diberikan Tuhannya ? Apakah mau menyalurkan hasrat makan dan seksualnya saja ? Itu dan itu dari waktu ke waktu dan akhirnya mati ? Ya, mati. Kenapa harus mati ?
Kita semua tidak memiliki jawaban untuk semua misteri besar ini kalau saja Sang Pencipta yang agung tidak mengajarkannya kepada kita. Itulah salah satu wujud nyata sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang dari Pencipta Semesta.
Sebelum dilanjutkan, saya harus memberitahu terlebih dahulu kepada pembaca bahwa platform berpikir yang digunakan adalah Islam. Islam sebagai the way of life memiliki kitab suci yang terjaga keasliannya yaitu bacaan mulia, Al-Qur'anul Karim. Islam juga memiliki petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang komprehensif yaitu As-Sunnah.
Ternyata tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah atau mengabdi kepada yang menciptakannya. Itu yang dinyatakan di dalam Al-Qur'anul Karim, surat ke-51 (Addzaariyaat) ayat 56 : "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu".
Sekarang kita sudah menemukan bahwa tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Pencipta manusia. Tidak untuk tujuan lain-lain. Kata Tuhan, silakan kamu makan yang aku sediakan untukmu, silakan kamu gunakan sesukamu apa yang telah aku anugerahkan kepadamu, silakan nikmati semuanya, tetapi ingat !.. Tujuanmu Kuciptakan adalah untuk beribadah kepadaKu. Camkan itu ! Jadi, kuncinya adalah : ibadah. Ya, ibadah. Ibadah itu mengabdi.
Karena manusia itu makhluk cerdas, maka dia akan bertanya, bagaimana caranya beribadah kepada Tuhan ? Tuhan itu siapa ? Tuhan itu apa ? Tuhan itu di mana ? Apakah Tuhan itu seperti manusia ? Tuhan itu ada berapa ?
Tuhan itu adalah Alloh. "Sesungguhnya Tuhan kalian itu adalah Alloh, yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa ... ... " (QS. Al-A'rof 54).
Sudah terjawab bahwa Tuhan manusia itu adalah Alloh. Maka untuk selanjutnya, kita hanya menyebut Alloh.
Alloh ada berapa ? "Katakanlah, Dia Alloh itu satu. Alloh tempat bergantungnya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakan. Dan tidak ada bagiNya sesuatu yang menyerupai" (QS. Al-Ikhlash 1-4).
Jelaslah sekarang, Alloh itu hanya satu dan tak ada sesuatu apapun yang mirip atau serupa atau setara denganNya. Jangan pernah dibayang-bayangkan mirip sesuatu yang ada di dalam benak manusia, apalagi dibuat patungnya. Karena Alloh bukan benda yang ada dan pernah tercipta di alam ini. Allohlah yang menciptakan segalanya. Ciptaanya tak mungkin mengetahui atau menjangkau penciptanya tanpa kehendakNya. Kita hanya bisa mengikuti petunjuknya. Petunjuk Alloh itu berupa perintah dan larangan. Melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya itulah yang disebut ibadah, itulah yang disebut pengabdian. Semuanya ada di dalam Al-Qur'an. Juklak dan juknisnya ada di dalam As-Sunnah yang sering disebut Hadits.
Jkt, 13 Nopember 2008
No comments:
Post a Comment