Tuesday, May 17, 2011

Mimpi yang Aneh

Aku bermimpi terjebak dalam satu masyarakat yang hidupnya sulit. Dunianya dikepung air yang setiap kali mengancam. Aku berada di situ dalam pengaruh sugesti seolah suatu persyaratan yang harus kulalui berkaitan dengan dinas.

Banyak teman dinas yang mengetahui aku berada di dunia itu, tetapi mereka tak ada yang ikut di dalamnya dan memberitahuku bahwa kegiatan itu tidak wajib. Aku menjadi sadar bahwa sesungguhnya berada di situ bukan suatu keharusan dinas. Maka akupun berusaha keluar dari dunia aneh itu yang mana masyarakatnya hidup jorok dan kotor bukan kepalang. Tapi celakanya, aku terlanjur disukai oleh masyarakat itu. Aku diperlakukan dengan sangat baik dan istimewa. Sehingga mereka mati-matian mencegahku keluar dari dunia mereka. Mereka lebih baik membunuhku atau terbunuh daripada aku lari ke tempat lain. Akupun dilukai oleh orang yang paling berani di situ. Dalam keadaan luka aku berlari menuju ke luar dunia masyarakat itu tapi terus dikejar. Karena yang mengejar ini bisa mendapatkan aku maka dia melemparkan senjatanya ke arahku tetapi meleset. Menyadari ada senjata dekat denganku, aku ambil dan kulempar balik ke arah si pelempar dan kena. Senjata itu nancap di paha atasnya bagian dalam. Tapi ternyata orang itu masih mampu mengejarku dan .. Aku terbangun dari tidur, hampir pukul 4 pagi. Alhamdulillah itu hanya sebuah mimpi.

Mimpi itu terjadi tadi pagi, sebelum pukul 4, hari Rabu tanggal 18 Mei 2011. Ketika berusaha mulai tidur, sengaja kamar kugelapkan. Aku sempat mendengar dentangan jam 12 kali dari tengah rumah. Mulutku mencoba menuntaskan ayat kursi meski terasa berat sekali, seperti biasa ketika tidur kumulai.

Apa sesungguhnya takwil mimpi itu ? Mengingat waktu terjadi mimpinya adalah waktu bermakna. Fikiranku mereka-reka takwil sendiri tapi akhirnya kutepis daripada terjebak tahayul mimpi. Hanya Alloh Subhanahu Wata’ala yang tahu artinya. Biarlah aku menjalani apapun yang mesti terjadi.

Segera kutulis pada kesempatan pertama, mumpung masih hangat dan ingat.

Jakarta, 18 Mei 2011

No comments: