Thursday, December 18, 2008

Cinta Tak Bersyarat


Ada seorang pemuda yang telah dikirim menjadi prajurit dalam sebuah peperangan. Setelah sekian lama bertempur di medan perang, akhirnya diperbolehkan pulang. Sebelum kembali ke kampung halamannya, pemuda itu menelpon terlebih dahulu kedua orang tuanya.
“Ibu, Ayah... Aku sedang menuju pulang. Tapi, sebelum sampai, aku ingin menanyakan dulu satu hal. Aku punya seorang teman yang ingin kubawa pulang bersamaku. Bolehkan ? “
“Tentu..”, jawab kedua orang tua sang pemuda.
“Tapi, ada satu hal yang harus Ibu dan Ayah ketahui...”, lanjut sang pemuda, “Temanku ini sedang terluka akibat perang. Ia kehilangan satu tangan dan satu kakinya. Ia tak tahu ke mana harus pulang, dan aku ingin dia tinggal bersama kita”.
“Oh, kasihan sekali..”, ujar kedua orang tuanya. “Mungkin kita bisa mencarikannya suatu tempat untuk tinggal”.
“Tidak, Ibu, Ayah... Aku ingin dia tinggal bersama kita”.
“Anakku..”, ujar sang Ayah. “Kamu tak tahu apa yang sedang kamu minta. Seseorang yang cacat akan menjadi beban untuk kita. Kita punya kehidupan sendiri, dan sesuatu seperti ini tidak bisa mencampuri kehidupan kita. Menurut Ayah, sebaiknya kamu pulang saja dan lupakan temanmu itu. Ia pasti akan menemukan sendiri cara untu hidup”.Sang pemuda terdiam beberapa saat, lalu ia menutup gagang teleponnya.
Beberapa hari kemudian, Ayah dan Ibu pemuda itu mendapat kabar dari kepolisian. Seorang pemuda telah bunuh diri dan menurut identitas yang ada, pemuda itu adalah putra mereka. Dengan sedih kedua orang tua itu menuju tempat kejadian. Mereka berharap kabar itu salah alamat. Saat mereka tiba di ruang jenazah, ternyata benar. Mereka yakin bahwa jenazah itu adalah anaknya. Namun, yang membuat mereka terkejut adalah jenazah itu hanya memiliki satu tangan dan satu kaki. Oh, betapa teririsnya hati kedua orang tua itu. Hancur sehancur-hancurnya.
Sahabatku, berapa banyak kata cinta terucap dalam sehari ? Betapa sering kata cinta kita baca, kita dengar. Di sinetron, di koran, di majalah, di buku-buku bahkan di tempat umum. Berapa banyak orang yang kita kenal yang gampang mengatakan cinta ? Ayah kita, ibu kita, saudara-saudara kita, pasangan kita, anak-anak kita, sahabat kita. Semua pernah bilang cinta kepada kita, baik itu terkatakan maupun tersirat dalam sikap. Bukankah cinta tak perlu berwujud bunga ? Bahkan mungkin kita sendiri termasuk orang yang mudah mengatakan cinta. Tapi, tahukah kita apa makna hakiki cinta itu ?.....

Mudah saja seorang pria bilang cinta pada gadis cantik yang menawan. Mudah saja seorang wanita bilang cinta pada seorang pria mapan nan rupawan. Mudah saja seorang ibu bialng cinta kepada anaknya yang lucu menggemaskan. Mudah saja seorang guru bilang cinta kepada seorang muridnya yang rajin dan pandai. Mudah saja seorang bos bilang cinta pada anak buahnya yang produktif dan kreatif.
Tetapi sahabatku, mudahkah kita bilang cinta kepada orang yang tidak secantik atau setampan seperti yang kita inginkan ? Apakah seorang pria masih akan cinta kepada si wanita jiga sudah tak lagi cantik dan menyenangkan ? Apakah seorang istri masih akan tetap mencintai suaminya yang sudah tak lagi punya pekerjaan karena di PHK ? Apakah seorang suami masih akan cinta pada istrinya yang sudah tak muda lagi dan sakit-sakitan ? Apakah seorang ibu masih akan cinta jika anaknya tak lagi manis dan taat ? Apakah seorang guru masih kan cinta kepada muridnya yang bodoh dan membangkang ?

Sahabatku, sering kita hanya mau mencintai dan hidup dengan orang-orang yang sempurna di mata kita, cantik, tampan, pintar, sehat, menyenangkan. Akan tetapi kita tidak senang hidup bersama orang-orang yang membuat kita merasa tak nyaman. Kita tidak mau dekat-dekat dengan orang yang membuat kita kesal, repot, risih, takut, malu dan rugi karena orang-orang semacam itu hanya akan merusak zona kenyamanan dan mengusik suasana hati kita.
Seperti kisah pemuda prajurit di atas, si pemuda sudah bisa mengukur sedalam apa cinta yang dimiliki sepasang orang tuanya. Mereka hanya mau mencintai dan menerima jika 'teman' putera mereka tak bakal merepotkan. Tak sadar bahwa sang 'teman' adalah putera mereka sendiri. Kedua orang tua itu tidak mencintai dengan tulus, melainkan dengan syarat. Mereka telah gagal dalam ujian keikhlasan.

Sahabatku, how deep is your love ? ....
Mari kita renungi lagi cinta kita di usia yang sudah condong ke senja hari ini.

Sahabatku, tak ada sukses yang tak melewati ujian. Bukan sukses namanya kalau dilalui tanpa cobaan. Cobaan tak hanya datang dalam bentuk fisik yang mengharuskan kita berjuang, berkorban waktu, tenaga, harta dan fikiran. Tapi cobaan juga kadang menguji hati dan mental kita. Punyakah kita cinta yang tanpa pamrih ketika segala sesuatunya di luar harapan ? Ketika kita gagal, atau ketika orang terdekat gagal sehingga menghambat kita menuju sukses ?
Di dalam sebuah tayangan televisi, seorang ayah telah kehilangan banyak, harta dan nama baiknya gara-gara kedua anaknya kecanduan narkoba. Sebagai ayah yang sibuk bekerja, sebenarnya dia tak perlu repot-repot, dia tinggal lempar saja anaknya ke panti rehabilitasi dan semuanya akan beres. Namun sang ayah mencintai kedua anaknya. tak perduli mereka telah menggadaikan hampir semua hartanya dan mencoreng nama baiknya. Ia memilih berjuang mendidik sendiri sampai pulih dan kembali normal meski membutuhkan waktu yang sangat panjang. Pria itu seorang ayah yang sukses.
Dalam sebuah tayangan lain yang menghebohkan. Seorang suami terkejut ketika mendapati istrinya telah membunuh ketiga anak mereka. Dan setelah diperiksa, sang istri dinyatakan positif menderita gangguan jiwa. Sang suami bukannya meninggalkannya atau menceraikannya, malah mendampingi istrinya dalam proses pengadilan dan perawatan di rumah sakit jiwa. Luar biasa.
Dan kawanku, ketika ditanya mengapa ia tetap setia kepada perempuan yang telah nyata-nyata telah membunuh ketiga anaknya, pria itu menjawab, “Karena saya mencintai istri saya dan saya percaya inilah cara saya mendapatkan cinta dari Sang Pencipta”.
Bayangkan, ketika di negeri kita banyak pria berselingkuh, mengkhianati istrinya yang setia, seperti yang ditangkan acara Termehek-mehek minggu lalu, pria ini malah setia kepada istrinya yang sudah jelas psikopat akut. Dia seorang pria yang sukses menjadi suami.
Siapapun kita, profesi apapun kita, bekerja di manapun, bisnis apapun, untuk sukses, 'cinta tanpa syarat' adalah suatu modal utama.
Sebagai orang tua, sukses kita terletak pada sejauh mana kita bisa membuat anak-anak bahagia dan tentu saja sholeh/sholihah. Banyak orang tua yang memanjakan anaknya sehingga anak mereka sulit menjadi anak dengan pribadi yang matang dan dewasa. memanjakan bukan wujud cinta tetapi sikap yang akan menjerumuskan kepada penderitaan. Banyak juga orang tua yang menyakiti anaknya, baik dengan sikap maupun kata-kata kasar, dan bilang bahwa 'itulah wujud cinta orang tua'. Padahal sesuatu yang menyakiti bukanlah cinta. Ya nggak ? Kita sukses menjadi orang tua jika anak-anak bisa disiplin tetapi tetap merasa bahagia.
Orang tua yang baik bukan seperti ibunya Malin Kundang – mencap anak 'durhaka' dan mengutuknya. Orang tua yang baik adalah yang mencintai anaknya dengan tulus, tanpa pamrih, meskipun dia cacat. Kalaupun anaknya durhaka, orang tua bukannya menyakiti tetapi menasihati, mendoakan dan tawakal kepada Alloh. Dan jangan lupa, introspeksi diri, apa yang salah dengan cara mendidik selama ini.
Kita termasuk orang tua yang sukses jika mampu memberikan kasih sayang tanpa syarat. Baik buruk seorang anak tetap dicintai. Shaleh atau jahat, seorang anak tetap diarahkan ke jalan yang positif. Kita bisa disebut orang tua yang sukses apabila dengan cinta kita anak-anak menjadi orang yang sukses, baik dalam hal materi, akhlak maupun batin.
Sebagai pimpinan sebuah bisnis atau perusahaan, sukses tidak hanya terletak kepada seberapa besar kemajuan usaha didapat dari hasil kerja keras kita. Tetapi juga seberapa besar kita berhasil membuat para karyawan produktif dan bahagia. Bos yang baik adalah yang memberi cinta tanpa syarat, baik kepada pekerjaannya maupun kepada karyawannya. Seberapa beratpun tuntutan pekerjaan, ia tetap mencintai dan melaksanakannya dengan baik.
Siapapun kita, di manapun kita berada, untuk sukses tak perlu menghafal segudang teori. Cukup dengan menjadi manusia penuh cinta. Cinta tanpa syarat. Kalau menjadi guru, jadilah guru yang memotifasi, bukan menghakimi. Kalau menjadi karyawan, jadilah inspirasi bukan memprovokasi. Kalau menjadi anak, jadilah anak yang berbakti, bukan merecoki.
Jadilah orang yang sukses dengan mengedepankan ketulusan hati. Niatkanlah segalanya sebagai ibadah kepada Alloh subhanahu wa ta'ala dan biarkanlah hanya Alloh yang menilai.
Mari kita beruha menjadi manusia yang penuh cinta dan semoga kita berhasil.
Semoga Alloh selalu meridhoi kita. Amin.

Wednesday, December 10, 2008

Pete Ternyata Obat Paling Dahsyat


Pete mengandung 3 macam gula alami, yaitu : sukrosa , fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi ini , ternyata membuat kita menjadi sangat bertenaga. Riset membuktikan dua porsi pete saja mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit.
Tahukah Anda kalau pete ini merupakan makanan kesukaan para atlet top. (Entahlah, ada datanya atau tidak -red)
Pete juga memiliki banyak manfa'at. Dapat membantu mengobati beberapa penyakit. Check this out ! (dari berbagai sumber).
*Depresi*
Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi , banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan , sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax , memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

*PMS (premenstrual syndrome)*
Jika mengalami PMS saat ' tamu ' datang , kamu ga perlu minum pil ini ataupun itu , cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah , yang dapat membantu mood.

*Anemia*
Dengan kandungan zat besi yang tinggi , pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.

*Tekanan darah tinggi*
Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium , tetapi rendah garam , sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya , sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.

*Kemampuan Otak*
200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan , istirahat , dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.
*Sembelit*
Karena kandungan serat yang tinggi , maka pete akanmempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan ,membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus
kembali ke laksativ.
*Obat mabuk*
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan"penyakit" mabuk adalah milkshake pete , yangdimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan
perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadargula darah yang jatuh , sedangkan susu akan menenangkandan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.

*Kekenyangan*
Pete memiliki efek antasid pada tubuh , sehingga biladada anda terasa panas akibat kebanyakan makan ,cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.

*Mual di pagi hari*
Makan pete diantara jam makan akan menolongmempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.

*Gigitan nyamuk*
Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk , coba untukmenggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagiandalam kulit pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasagatal dan bengkak dengan cara ini.

*Untuk saraf*
Pete mengandung vitamin V dalam jumlah besar , sehinggaakan membantu menenangkan sistem saraf.

*Kegemukan*
Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkanorang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit , peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi.
Laporan menyimpulkan bahwa , untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik , kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan supaya kadarnya tetap.

*Luka lambung*
Pete digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan karena texturnya yang lembut dan halus.
Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah. Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.

*Mengatur suhu tubuh*
Banyak budaya lain yang melihat pete sebagai buah' dingin ' yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. Di Belanda
misalnya , ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi.

*Seasonal Affective Disorder (SAD) (penyakit emosional yang kacau)*
Pete dapat membantu penderitas SAD kerena mengandung pendorong mood alami , tryptophan.
*Merokok*
Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya , bersama dengan kalium dan magnesium , membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin

*Stress*
Kalium adalah mineral penting , yang membantu untuk menormalkan detak jantung , mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress , kecepatan metabolisme kita akan meningkat , sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan petai yang tinggi kalium.

*Stroke*
Menurut riset dalam "The New England Journal of Medicine , " makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena
stroke sampai 40%.

*Caplak*
Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani bersumpah , jika kamu ingin mematikan caplak , maka ambil sepotong pete , dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan plester.

Pete adalah obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika dibandingin dengan apel , pete memiliki protein 4 kali lebih banyak , karbohidrat dua kali lebih banyak , tiga kali lipat fosfor , lima kali lipat Vitamin A dan zat besi , dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

*Jadi…mulai sekarang , jangan memandang sebelah mata buah satu ini… Yang ternyata kaya nutrisi.

Selamat mencoba ! Bau WC dan bau mulut adalah harga tambahannya. Hehehee...

Sumber : tidak jelas - diterima di milis reuni Lsm.

Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif

Kebiasaan 1 : Proaktif
Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik – kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas – dan dengan menggunakan pendekatan dari dalam ke luar untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang merupakan keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang.

Kebiasaan 2 : Merujuk pada Tujuan Akhir
Segalanya diciptakan dua kali – pertama secara mental, kedua secara fisik.
Individu, keluarga, tim, dan organisasi, membentuk masa depannya masing-masing dengan terlebih dulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka tidak menjalani kehidupannya hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas. Secara mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatu pernyataan misi adalah bentuk tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu, keluarga, atau organisasi. Pernyataaan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai, adalah inti dari kepemimpinan (leadership).

Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama
Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik. Mendahulukan yang utama artinya mengorganisasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan Anda, visi Anda, nilai-nilai Anda, dan prioritas-prioritas Anda). Hal-hal sekunder tidak didahulukan. Hal-hal utama tidak dikebelakangkan. Individu dan organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak entah tidak. Intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama.

Kebiasaan 4 : Berpikir Menang / Menang
Berpikir menang/menang adalah cara berpikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berpikir menang/menang adalah didasarkan pada kelimpahan – “kue” yang selamanya cukup, peluang, kekayaan, dan sumber-sumber daya yang berlimpah – ketimbang pada kelangkaan serta persaingan.
Berpikir menang/menang artinya tidak berpikir egois (menang/kalah) atau berpikir seperti martir (kalah/menang). Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung – dengan istilah “kita”, bukannya “aku”. Berpikir menang/menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan. Berpikir menang/menang artinya berbagi informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan.


Kebiasaan 5 : Berusaha untuk Memahami Terlebih Dahulu, Baru Dipahami
Kalau kita mendengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi sejati dan membangun hubungan. Kalau orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri, sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahami akan terjadi lebih alami dan mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut keberanian. Keefektifan terletak dalam keseimbangan di antara keduanya.


Kebiasaan 6 : Wujudkan Sinergi
Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga – bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan peluang. Tim-tim serta keluarga-keluarga yang sinergis memanfaatkan kekuatan masing-masing individu sehingga secara keseluruhannya lebih besar seperti ini, mengenyampingkan sikap saling merugikan (1 + 1 = 1/2). Mereka tidak puas dengan kompromi (1 + 1 = 1 ½), atau sekedar kerjasama (1 + 1 = 2). Melainkan, mereka kejar kerjasama yang kreatif (1 + 1 = 3 atau lebih).

Kebiasaan 7 : Mengasah Gergaji
Mengasah gergaji adalah hal memperbaharui diri terus-menerus dalam keempat bidang kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. Kebiasaan inilah yang meningkatkan kapasitas kita utnuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Bagi sebuah organisasi, Kebiasaan 7 menggalakkan visi, pembaharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan organisasinya di jalan pertumbuhan yang baru. Bagi sebuah keluarga, Kebiasaan 7 meningkatkan keefektifan lewat kegiatan-kegiatan pribadi maupun keluarga secara berkala, seperti membentuk tradisi-tradisi yang merangsang semangat pembaharuan keluarga.

Rekening Bank Emosional
Rekening Bank Emosional mencerminkan tingkat kepercayaan dalam suatu hubungan.
Seperti rekening keuangan di Bank, kita memasukkan simpanan ke atau melakukan penarikan dari rekening ini. Perbuatan-perbuatan seperti berusaha untuk memahami terlebih dulu, sikap murah hati, menepati janji, dan bersikap setia walaupun orang yang bersangkutan tidak hadir, meningkatkan saldo kepercayaan. Tidak murah hati, melanggar janji, dan bergosip tentang seseorang yang tidak hadir, mengurangi atau bahkan menghapuskan kepercayaan dalam suatu hubungan.

Paradigma
Paradigma adalah cara masing-masing orang memandang dunia, yang belum tentu cocok dengan kenyataan. Paradigma adalah petanya, bukan wilayahnya. Paradigam adalah lensa kita, lewat mana kita lihat segalanya, yang terbentuk oleh cara kita dibesarkan, pengalaman, serta pilihan-pilihan kita selama ini.

Referensi: Diambil dari ringkasan buku 7 Habits